,

SOP inilah Yang di gunakan Polri Dalam kasus Ahok

Tata cara gelar Perkara Ahok

Standar Operasional Prosedur (SOP) gelar perkara khusus yang diatur dalam Perkaba No. 4 Tahun 2014? SOP gelar perkara khusus ini, secara detail, dijabarkan dalam Lampiran Perkaba No. 4 Tahun 2014. Lampiran itu memuat tujuan, pelaksanaan, mekanisme, hingga tindak lanjut hasil gelar perkara.

Mengacu salah satu poin yang mengatur tentang SOP gelar perkara khusus, pimpinan gelar perkara di tingkat Mabes Polri terdiri dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Wakapolri, Kabareskrim/ Wakabareskrim, atau Karowassidik atau Direktur/Wadir atau pejabat pada Bareskrim Polri.

Peserta gelar perkara terdiri dari pihak internal Polri, seperti penyidik, Itwasum, Divpropam, dan Divkum Mabes Polri, serta pihak eksternal, seperti pengadu komplain, teradu komplain, kuasa hukum, ahli, Kompolnas, dan undangan lain yang diperlukan sesuai dengan kasus yang digelar.

Adapun mekanisme gelar perkara dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, merupakan tahap dimana masih ada peserta gelar perkara, baik dari kalangan internal Mabes Polri maupun eksternal. Dalam aturannya, ketika pengadu komplain menyampaikan komplain, teradu komplain tidak menanggapi. Begitu juga sebaliknya.

Namun, pimpinan gelar perkara dapat bertanya dan meminta penjelasan hal-hal yang dianggap relevan. Setelah gelar perkara tahap I selesai, pimpinan gelar perkara mempersilahkan pengadu komplain dan atau teradu komplain dan penasehat hukum masing-masing meninggalkan ruang gelar perkara.

Proses ini dilanjutkan dengan gelar perkara tahap II. Pada tahap ini  penyidik memaparkan hasil penyelidikan/penyidikan, kesimpulan, hambatan penyelidikan/penyidikan, rencana penyelidikan/penyidikan lanjut, dan harapan penyidik dari forum gelar perkara. Nantinya, notulensi hasil gelar perkara dilaporkan kepada pimpinan Polri. [red]

Penyampai Wangsit : admin

Saya selalu melihat yg terburuk menjadi yang terbaik dengan sihir naga.