, ,

Tegas! Djarot Menolak Kabur Hindari Pendemo dan Ajak Dialog

Pria berjenggot dengan tinggi badan 160 cm mengajak Djarot berdialog

Jakarta – Sekelompok demonstran menolak kedatangan calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang berkampanye. Namun Djarot menolak menghindari belasan warga penolak dirinya itu. Justru dia melangkah mendekat ke mereka.

Sekitar 16 orang itu menolak kedatangan Djarot di kampung nelayan, Jalan Kalibaru Timur IV E, Cilincing, Jakarta Utara, RT 010, RW 01, pada Kamis (3/11/2016). Mereka melancarkan aksi penolakannya pada jarak 30 meter di belakang Djarot.

Suara teriakan penolakan terhadap Djarot terdengar. Kertas berisi tulisan penolakan juga diangkat warga yang berdemo itu, bunyinya, “Kami forum RT dan RW Kalibaru menolak penggusuran.”

Pengawal Djarot spontan bereaksi. Dia mengarahkan Djarot untuk pergi dari lokasi, sebelum kondisi berubah lebih buruk.

“Pak, lewat sini saja, Pak,” kata pengawal Djarot mengarahkan tandem Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu ke jalan yang lebih aman dari pendemo.

Djarot-pun awalnya mengiyakan. Dia mulai berjalan seturut arahan pengawal. Namun hanya beberapa meter, Djarot merubah langkahnya. Dia nekat berbalik arah menemui demonstran penolaknya. Pria berkumis ini benar-benar sampai di depan para penolaknya itu.

Seorang pria pendemo berbicara ke Djarot. Pria berjenggot sedikit ini punya tinggi badan sekitar 160 cm, mengenakan kemeja batik lengan panjang. Pria ini menentang keras penggusuran-penggusuran kampung. Dia dan Djarot mulai berdialog.

“Bapak tenang saja, di sini kami akan membangun tempat pembuangan sampah yang layak. Masalah menggusur, Bapak tidak usah khawatir. Karena di sini nanti kami akan membangun kampung deret,” kata Djarot kepada pria itu.

“Bapak jangan cuma janji saja, Pak! Setiap ada gubernur baru, pasti ada ancaman penggusuran. Kami sudah lihat di Kalijodo, Pasar Ikan, mereka digusur!” sergah pria itu.

“Iya, kami di sini tidak akan menggusur. Di sini sudah masuk dalam visi dan misi kami untuk membangun kampung deret. Yang penting Bapak jangan jadi provokator, jangan manas-manasin yang lainnya,” tanggap Djarot.

“Bapak harus pegang janji Bapak ya, Pak. Saya tidak mau janji tertulis. Ini semua sudah direkam di kamera. Bapak nanti menepati janji!” kata pria itu sambil menunjuk kamera para wartawan.

Ternyata Djarot menjanjikan kampung deret untuk warga di Kalibaru Cilincing ini. Sekitar lima menit dialog itu berlangsung, Djarot pergi dari lokasi. Para demonstran tetap berada di lokasi.

[ Sumber : detikcom ]

Penyampai Wangsit : admin

Saya selalu melihat yg terburuk menjadi yang terbaik dengan sihir naga.