, ,

Rumah Gadang Rumah Anti Gempa

Rumah gadang itu berdiri di atas batu. Batu sandi namanya

Rumah gadang anti gempa

Sebenarnya kalo gempa di darat itu korban jatuh karena tertimpa bangunan. Ye, kan??.

Untuk itu nenek moyang kita sudah bermaju maju (bahasa aneh) di bidang konstruksi melampaui masanya , lohhh…

Rumah gadang ini contohnya. Pesisir barat sumatera itu daratannya punya patahan yg disebut patahan Semangko (semangka), ngarai sianok n lembah harau itu contoh produknya. Udah gitu lautnya juga diatas lempeng Indo Australia- Eurasia gt, gaes…

Selain dari internet ..gw dapet dongeng geologi tentang minang kabau ini dari nyanyian kakek2 pakiah yg main saluang diemperan…saat gw lagi bengong nungguin anak les.

Kakek2 itu menyanyikan syair tentang gempa masalalu ..tentang air pacah, tentang ulak karang…dan tentang rumah gadang.

Yu no, gaess…rumah gadang itu berdiri di atas batu. Batu sandi namanya. Tanpa mnggunakan paku tapi pasak, udah gitu kedua ujung atapnya tinggi dengan lengkungan ditengah. Bahannya dari kayu ato bambu. Tak ada besi, semen, ato sesuatu yg keras dan ‘mati’.

Semua ini mmbuat bangunan jadi lentur, fleksibel tanpa mengurangi kekokohannya. Jika terjadi gempa, bangunan ini akan berayun mengikuti goyangan gempa. Dan konstruksinya yg dibuat sedemikian rupa akan saling meredam.

Selain hubungannya dg gempa, atapnya yg tinggi dipakai untuk rumah pipit ato sarang lebah. Meski nggak pake ac udara ga akan panas. Ramah lingkungan banget, kan?…

Bagian bawahnya ada kolong (panggung) buat miara ternak, biar efisien. Kalok sekarang siyy pada di pake untuk jualan pulsa n hp.

Berdiri diatas tanah keras…sebab tanah munggu untuk kuburan kaum, tanah miring untuk bertanam tebu, tanah balonang untuk miara ikan, tanah rawa untuk kubangan kerbau. Jadi ga ada salah amdal disini…

Kan lagi ngehits tuh sekarang pada kebanjiran krn daerah resapan dipake buat perumahan. Sampe2 kebo pada galau nggak ada tempat berkubang. Kebo kehilangan tempat berkubang itu sama perihnya dengan elu yg kehilangan bahu buat senderan, gaes…kebayang dong perihnya….

Tapi seiring populasi yg meningkat dan semakin langkanya kayu, orang2 kesulitan mmbangun rumah gadang. Biayanya jadi mahal. Orang2 memilih bangunan tembok yg menjulang ke atas. Atap bagonjong kini cuman jadi topping simbolik diatas bangunan tembok saja.

Kadang2 aku mikir. Ada hal2 yg direstui Tuhan untuk ditemukan. Ada pula yg tidak. Semen salah satu contohnya. Mungkin Tuhan lebih menyukai semen itu tetap terpendam di perut bumi. Di dalam gunung2. Agar pohon2 surian, bambu dan rotan tumbuh diatasnya. Ambillah yg tua…jadikan rumah…dan qona’ahlah…

Sumber : Status Facebook Dahayu Annisa
Oleh Dahayu Annisa

Penyampai Wangsit : admin

Saya selalu melihat yg terburuk menjadi yang terbaik dengan sihir naga.