,

Selesai 212 Lalu Apa lagi ya?

Jawabannya satu… Irihati.

Setelah 212 mau apa lagi ya?

Dirikan daulah Islam? Hukum minoritas dgn hukum Islam? Ga ada jelas cerita macam itu. Karena apa yg tampak dari 212 bukanlah perserikatan yg kokoh. Dilandasi tujuan masa depan lebih baik.. Atau itu tadi, mengupayakan daulah Islam.

Dilihat dari motif kumpul, yg sekedar ego dan emosi politis dadakan.. konklusi dari aksi juga malah disumbat oleh jokowi.

Jalan ummat Islam muncul sebagai kekuatan besar hanya sampai di titik menuntut tumbal, bukan membawa kesatuan islam politik yg lebih strategis menuju arah negara islam.

Mustahil ada BPUPKI baru.. Badan penyelidik upaya negara islam.

Itu juga mesti dilewati proses jambak2an antara HTI, PKS, Salafi-wahabbi, atau Anshorut Tauhid. Minus NU dan Muhammadiyah yg sudah pasti pilih NKRI. Kalau dua organisasi islam tradisi itu lenyap sebelum indonesia jadi negara islam mustahil lewat jalan damai..

Mirip suriah atau Afghan ada 4-5 front jihat. Masing2 front ga punya cara lain selain habisi pesaing ke tahta kekuasaan daulah, khilafah, arau mulkan islam.

Maka dari itu sangat heran mereka bisa satu barisan karena ahok.. Yg beda.. Yg dimasing2 group sosmed cakar2an, saling kafir, saling hina, bisa bersatu numplek di jakarta.. Ikatan mereka itu rentan, tipis bak benang, tapi Ahok bisa menyatukannya.

Ironisnya Ahok ini sosok yg paling banyak beri manfaat bagi mayoritas muslim di jakarta agar berdaya dan mampu bersaing.

Ya trouble..

Ahok ini dianggap menista agama. Tapi. Kalau dilihat ulang konteksnya bukan penistaan, kebalikannya Ahok sedang menolong umat Islam dari kesalahpahaman.. Ahok mencegah warga agar tidak jauhi program pemberdayaan DKI hanya karena gubernurnya disebut kafir. Warga jangan diperdaya oleh mereka yg salah paham UTK JAUHKAN warga muslim DARI PEMBERDAYAAN…

Karena itu sama saja dgn pembohongan pada tujuan al.islam yg mendukung terangkatnya derajat mustadaffin, orang pinggiran… Di pulau seribu!!! Ahok bicara atas nama kita.. Muslim yg selama ini jadi alas kaki elite korup selama 70 tahun indonesia merdeka. Ahok gantikan suara ustad dan ulama yg sudah lebih dahulu meminta penguasa dekati warganya dan bangun keberdayaan muslim.

Ahok punya ibu angkat muslimah.. Mustahil dia sengaja menghardik quran yg diyakini ibu angkatnya. Dan mustahil dia lakukan sengaja karena sudah jelas itu bunuh diri politik, karir, dan segala kebaikan yg dia upayakan.

Jadi mengapa mesti ada ego yg dipertahankan untuk menghukum orang yg beri manfaat pada ummat Islam?

Jawabannya satu… Irihati.

Ya. Aktivis islam dari sejak LHI, Gatot, dan Aher yg susah gaya di media konvensional jadi pesakitan politik, jadi bahan bully media mainstream… dan itu rupanya membuat saudara sebangsa kita yg senang kultum di masjid mushola jadi sakit hati. Jagoan idaman mereka rontok satu demi satu. Singa mereka dipecat karena partainya ingin kurangi nilai “jihad” parlemen. Sakit hati ini menumpuk. Tidak bisa dikatarsis. Tidak bisa dibendung..

Lalu tibalah kesempatan pelampiasan.
Yg dgn cerdik satu dinasty politik neolib mencium kesempatan emas yg sama, kemudian ikut urun sumbang pada event 411 dan 212. Logistik ga bisa ditarik.

Apakah kawan2 kita itu puas? Jelas tidak. Mereka ingin Ahok satu liga dgn LHI dan Gatot. Sama2 pesakitan. Agar harga diri mereka bisa tumbuh lagi menjelang 2019.

Lalu apa yg bisa kita lakukan. Kita bisa minta maaf karena bully yg kita lakukan utk LHI, gatot atau Aher. Kita ga nyangka mereka menghargai tokoh mereka bukan sekedar pejabat publik, tapi bak orang tua sendiri.

Atau kita coba luruskan.. Beritahu mereka bahwa Allah tujuan bersama. Baik Ahok, Lhi, gatot, aher tujuannya sama2 ke Allah.. Tapi ada yg kandas karena godaan. Idealisme pemberdayaan patah.. Maka jgn sampai ada yg patah lagi. Jika ahok menyinggung ingatkan.. Jika salah dekati dan luruskan. Pintunya selalu terbuka saat menjabat bagi warganya.

Apalagi setelah 212 ini. Pasti keinginan ummat Islam yg aneh2pun akan dikabulkannya.. Dan dana nya ada.. Tidak dikorup untuk bancakan dewan. Tidak dikorup untuk bancakan dewan. Tidak dikorup untuk…

Bancakan dewan..

Ahok Sangat Toleran pada Umat Islam, buktinya? Silahkan lihat video ini


[Sumber: Facebooker Anca Ursitadinata]

 

Penyampai Wangsit : admin

Saya selalu melihat yg terburuk menjadi yang terbaik dengan sihir naga.