, , ,

Kisah Nyata: Sang Dukun Sakti Dibalik Pilkada DKI

Ternyata dia main dukun….

Riuhnya pilkada begitu terasa sejak awal bulan Desember 2016, hal ini memicu kami untuk membuktikan bahwa berdasarkan kecukupan data terhadap prilaku netizen di dunia maya, kami dari tim Data Scientist Jakarta mengupas habis sang “mesin” dibalik kemenangan Paslon Anies-Sandi pada Pilkada DKI putaran ke-2 yang berakhir sesuai dengan prediksi sang dukun sakti ini.

Desember 2016

Diawali dengan permintaan untuk uji coba kemampuan prediksi, analisa dan kecakapan mesin terhadap pesta demokrasi warga Jakarta. Ini sebuah pertaruhan bagi kami. Dengan semangat kami melakukan proses pemuktahiran algoritma-algoritma pada mesin “Dukun” ini, dan hasilnya bisa dilihat di gambar ini :

Bukti share di Bulan Desember 2016
Bukti share di Bulan Desember 2016
Ramalan Sang Dukun dibulan Desember 2016
Ramalan Sang Dukun dibulan Desember 2016

Seperti terlihat jelas pada gambar keseluruhan analisa terhadap tiga paslon dengan kekuatan masing-masing yang merupakan hasil pengambilan data amat besar (big data) dari sumber-sumber di internet untuk pasangan No.1,2 dan 3. Mesin memprediksi dengan lugas kemenangan jatuh pada Ahok-Djarot untuk Putaran Pertama Pilkada dengan selisih terlihat di atas (sesuai warna)

Januari – Februari 2017

Sejak itu sampai di Januari kami membiarkan mesin terus bekerja meskipun sang dukun memerlukan energi “gaib” yang luar biasa besar. Kami menghabiskan hampir 20 Gbps bandwith lokal/domestik dan 5 Gbps bandwith internasional setiap mesin mengeruk data-data yang amat besar dari internet. Kami mengindeks data-tersebut sebelum diolah oleh sistem Natural Language Processing hasil penelitian anak bangsa bertahun-tahun. Kesulitan pada proses analisa Bahasa Indonesia sudah lama kami pecahkan, kemampuan mengenali idiom, ambiguitas, sentimentasi, entitas, substitusi, resume, topik, clustering dan hal-hal teknis lainnya yang membuat sebagian orang berkata :

“Bahasa Indonesia amat sulit dan hampir tidak mungkin dibuat NLP-nya dengan sempurna… (Ujar seorang Professor yang pernah menguji dan bilang mesin ini seperti Setan)”.

Sang Mesin pantang kenyang! Terus lapar sampai suatu hari di awal Pilkada putaran-1 dimulai, ada yang penasaran dengannya. Tanggal 12 Februari, Pukul 3:51 PM, kami tawarkan hasil “ramalan” ke calon-calon prospek klien kami… 3 Hari sebelum hari H Pilkada putaran ke-1. Lihat gambar berikut

Bukti share di Bulan Februari 2017
Bukti share di Bulan Februari 2017
Gambar Ramalan Dukun Jam 3:51 12 Februari 2017
Gambar Ramalan Dukun Jam 3:51 12 Februari 2017

Terlihat di gambar data tampilan dan ramalan sang “Dukun” tidak jauh berbeda dengan data Desember 2016. Kemenangan terlihat untuk Ahok-Djarot, disusul Anies-Sandi dan jauh di bawahnya Agus-Sylvi. Detailnya :

Gambar Ramalan Dukun Jam 3:51 12 Februari 2017
Gambar Ramalan Dukun Jam 3:51 12 Februari 2017

Celakanya! Sang “Peramal Hebat” malah tidak diacuhkan, “Ahh yang menang si A trus C baru B.. Ah tidak mungkin yang menang si B, A baru C” dan “Pilkada hanya 1 putaran.. Data Mesin itu ngawurr!”. Teraniaya dengan perkataan prospek klien, kami cuek bebek dan tetap mengelus-elus mesin kami sambil mengamati anomali-anomali yang mungkin terindeks.

DAHSYAT! Peramal Sakti benar-benar tulen dan tepat! Hasil Quickcount Pilkada DKI Putaran ke-1 sudah diramalkan. Dan ini konfirmasi kemenangan mesin kami di awal.

Maret-April 2017

Sang Dukun lapar dan semakin menghebat, kemampuan ramalan ini dipakai untuk memecahkan berbagai kasus-kasus kejahatan cyber di dunia maya. Kemampuan melihat posisi lawan, prediksi hasil akhir sampai dengan 7 hari ke depan, dan kemampuan menganalisa setiap entitas terkait dengan kata kunci apapapun di waktu nyata (realtime), membuat sang Dukun “Di lirik” salah satu klien untuk menjadi kompas dan peta garis depan perjuangan mereka.

Pada hari H Pilkada DKI Putaran ke-2 19 April 2017, pukul 12:28 PM, disaat pemilih masih sibuk mencolok dan agen-agen statistik mencari exit poll dan menunggu suara masuk. Dengan santai sang Dukun memberikan prediksi yang aneh…

Bukti share di Bulan April Hari-H 2017
Bukti share di Bulan April Hari-H 2017
Ramalan Sakti 19 April 2017
Ramalan Sakti 19 April 2017

Detailnya seperti ini :

Ramalan Sakti 19 April 2017 Antara FAKTA dan HOAX
Ramalan Sakti 19 April 2017 Antara FAKTA dan HOAX

Terlihat sang Peramal Sakti memberikan 2 prediksi. Dia bilang yang pertama untuk Fakta (atas) dan ke-dua untuk Hoax (bawah) ? Kok Bisa? Ternyata anomali data, distorsi, dan penyimpangan pada tujuan atau topik. Opini yang organik melalui kampanye-kampanye buzzer dan non-organik dapat dilihat memenangkan Ahok-Djarot (diagram atas gambar paling bawah), tidak dapat dilihat berdasarkan sentimentasi yang cenderung akibat perbincangan cipta kondisi.

Dan pada ujungnya dapat dilihat :

Ramalan Sebelum Quickcount
Ramalan Sebelum Quickcount

Warna kuning untuk pasangan Anies-Sandi dan merah untuk pasangan Ahok-Djarot, lihat perbandingannya ada di antara 15% sampai dengan 20% selisih jumlah suara yang didapat kedua pasangan. Bagaimana mungkin sang Peramal Sakti ini bisa meramalkan itu sementara kita lihat di televisi sebelum Quickcount dimulai tokoh-tokoh pendekar sakti “Pakar Statistik” dan pendekar Dunia Maya berkata “Tidak ada yang bisa tahu siapa yang menang di Pilkada putaran ke-2 ini….”

Data sudah berbicara, Pilkada DKI Jakarta sudah berakhir, dan kemenangan sementara menunggu hasil resmi KPU adalah untuk Anies-Sandi.

Ternyata ini rahasia yang ada dibalik kemenangan. Siapa klien kami? Ohh ternyata pengguna Dukun Sakti, Ya pasti menang lah orang udah ketauan kok.

Hehehe Intermezo saja ini. Sang Peramal Sakti ini adalah milik dan ciptaan bangsa sendiri, kreasi besar bagi kemajuan sistem analisa dan prediksi dunia maya. Siapa lagi yang mau melirik sang Dukun?

SALAM PILKADA DKI JAKARTA 2017
Data Scientist Indonesia

Penyampai Wangsit : admin

Saya selalu melihat yg terburuk menjadi yang terbaik dengan sihir naga.